Tahun Penelitian: 2026
Perkembangan konsep Smart City dan Internet of Things (IoT) telah meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang mampu memberikan layanan secara cepat, efisien, adaptif, dan memiliki kualitas layanan (Quality of Service/QoS) yang baik. Arsitektur edge computing konvensional masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti rendahnya fleksibilitas dalam pengelolaan trafik, keterbatasan skalabilitas, serta belum mampu merespons perubahan kondisi jaringan secara dinamis. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan performa layanan, terutama pada lingkungan Smart City yang memiliki karakteristik trafik bersifat heterogen, dinamis, dan membutuhkan respons waktu nyata (real-time).
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Infrastruktur Edge Adaptif Berbasis Software Defined Networking (SDN) untuk meningkatkan performa jaringan pada lingkungan Smart City dan IoT. Model yang diusulkan memanfaatkan pemisahan control plane dan data plane sehingga memungkinkan pengelolaan jaringan secara terpusat melalui mekanisme dynamic rerouting, load balancing, dan alokasi bandwidth adaptif sesuai kondisi trafik. Penelitian dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur, implementasi model menggunakan emulator jaringan Mininet dan SDN Controller, serta pengujian performa menggunakan lima skenario trafik IoT yang merepresentasikan kondisi operasional Smart City. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) yang meliputi throughput, delay, packet loss, dan jitter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model edge adaptif berbasis SDN mampu meningkatkan performa jaringan dibandingkan arsitektur edge konvensional. Model yang diusulkan menghasilkan peningkatan throughput sebesar 51,1%, penurunan delay sebesar 35,2%, penurunan packet loss sebesar 47,4%, serta peningkatan stabilitas jitter sebesar 41,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi SDN pada infrastruktur edge merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung layanan Smart City dan IoT yang membutuhkan jaringan responsif, efisien, dan adaptif terhadap dinamika trafik. Luaran penelitian berupa publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi serta model infrastruktur edge adaptif berbasis SDN yang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan jaringan Smart City di masa mendatang.